Syndication

Harga Emas 24 Kt

07-Sep-2010 12:30  
  Per Gram
Mata Uang Jual Beli
Rupiah 371,093 356,249
US Dollar 41.01 39.37
Euro 32.05 30.76
Sing $ 55.23 53.03
Japan Yen 3,448.73 3,310.78
Saudi Riyal 153.80 147.65
Penjelasan Harga

Emas Dan Index

Emas (US$/Oz) 1,249.05
USD Index (USDX) 82.53
Rupiah Index (RIX) 63.85

Nilai Tukar Rupiah

Rupiah
US Dollar 9,020
Euro 11,517
Sing $ 6,688
Japan Yen 107
Saudi Riyal 2,405

Pencarian

Poll Manfaat

Apa Yang Paling Bermanfaat Dari Situs Ini...?
 

Kalkulator Emas

Total Hits

Content View Hits : 78859

Mengapa Harga-Harga Barang Mahal, Padahal Rupiah Lagi Kuat...? PDF Print E-mail
Written by Emas24 President   
Wednesday, 03 March 2010 01:13

Melalui beberapa tulisan saya sebelumnya, saya sudah mengungkapkan ‘keperkasaan’ uang kertas US$ maupun Rupiah yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.  Rupiah misalnya saat artikel ini saya tulis berada pada nilai tukar Rp 9,257/US$ ; ini angka yang luar biasa ‘perkasa’ mengingat Rupiah sempat menyentuh angka Rp 12,000/US$ pada puncak krisis akhir 2008.

 

Logikanya adalah apabila Rupiah lagi perkasa, bukankan barang-barang kebutuhan kita bisa kita beli dengan murah saat ini ?. Ternyata tidak seluruhnya demikian. Untuk barang-barang yang biasa kita beli dari luar seperti komputer, software dlsb.; memang terasa penurunan harga barang-barang ini dalam Rupiah.

 

Namun untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula dlsb; ibu-ibu yang suka belanja lebih tahu – harga barang-barang kebutuhan seperti ini tidak mengenal turun. Bahkan khususnya beras, saat ini lagi dirasakan mahal-mahalnya oleh masyarakat kita.

 

Mengapa demikian ?, karena menguat atau melemahnya Rupiah bukan diukur dari daya beli riil terhadap kebutuhan kita sehari-hari; melainkan diukur relatif terhadap kekuatan mata uang lain. Padahal mata uang negara lain ini baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama tidak mencerminkan daya beli riilnya juga.

 

Paradox kekuatan mata uang terhadap daya beli riilnya ini lebih mudah bila dilihat dengan harga barang yang bersifat baku.  Lagi-lagi saya gunakan emas sebagai barang yang memiliki nilai daya beli baku karena sudah terbukti lebih dari 1400 tahun 4.25 gram emas (1 Dinar) cukup untuk membeli 1 ekor kambing.

 

US$ Index

Perhatikan grafik diatas untuk melihat paradox daya beli US$ ini secara visual. Anda bisa lihat pada umumnya harga emas turun ketika kekuatan  US$ yang diukur dengan US$ Index naik, namun beberapa bulan terakhir meskipun US$ Index naik – harga emas dalam US$ juga tetap naik.

 

Apa maknanya ini ?; inilah tanda-tanda menurunnya daya beli secara keseluruhan dari system mata uang dunia. US$ yang sedang menunjukkkan keperkasaannya saja, daya belinya secara significant menurun sampai lebih dari 50 persen dalam waktu kurang dari 5 tahun saja (tepatnya sejak januari 2006). Apalagi mata uang negara lain yang pada umumnya lemah !.

 

Trend inilah yang saya duga juga dipahami oleh petinggi IMF, sehingga merekapun mendorong bangsa-bangsa di dunia untuk siap-siap meninggalkan US$ - terlepas dibalik ini sangat bisa jadi mereka juga memiliki agenda lain untuk mengantisipasi kehancuran US$ ini.

 

Lantas apa langkah antisipasi kita untuk terhindar dari depresiasi nilai terhadap hasil jerih payah kita berpuluh tahun ?;  usahakan simpanan jangka panjang Anda dalam bentuk benda-benda atau investasi yang memiliki asset riil seperti Emas/Dinar, kebun, barang dagangan dlsb. Wa Allahu A’lam.